Senin, 17 Januari 2022

PENERAPAN PPKM DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS YANG AMAN

 PENERAPAN PPKM DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS YANG AMAN


DAMPAK SOSIAL NEGATIF YANG BERPOTENSI TERJADI PADA SISWA JIKA PEMBATASAN SEKOLAH TATAP MUKA DILAKSANAKAN DALAM WAKTU YANG PANJANG


  1. Risiko putus sekolah dikarenakan anak “terpaksa” bekerja untuk membantu keuangan keluarga di tengah krisis pandemi COVID-19;
  2.  Perbedaan akses dan kualitas selama pembelajaran jarak jauh dapat mengakibatkan kesenjangan capaian belajar, terutama untuk anak dari sosio ekonomi berbeda; 
  3. Tanpa sekolah, banyak anak yang terjebak di kekerasan rumah tanpa terdeteksi oleh guru; 
  4. Banyak orang tua yang tidak bisa melihat peranan sekolah dalam proses belajar mengajar apabila proses pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka; 
  5. Studi menemukan bahwa pembelajaran di kelas menghasilkan pencapaian akademik yang lebih baik saat dibandingkan dengan Pembelajaran Jarak Jauh; 
  6.  Ketika anak tidak lagi datang ke sekolah, terdapat peningkatan resiko untuk pernikahan dini, eksploitasi anak terutama perempuan, dan kehamilan remaja.

KEBIJAKAN PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Kesehatan Kementerian Agama Kementerian Dalam Negeri Penyesuaian Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Tanggal 21 Desember 2021

POIN PENGATURAN DALAM SKB 4 MENTERI

  1.  Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan divaksinasi COVID-19 secara lengkap, pemerintah pusat, pemerintah daerah, kanwil, atau kantor Kemenag mewajibkan satuan pendidikan untuk menyediakan layanan: a. pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan b. pembelajaran jarak jauh 
  2. Penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 dilakukan berdasarkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditetapkan pemerintah dan capaian vaksinasi pendidik, tenaga kependidikan, dan warga masyarakat lanjut usia. 
  3. Satuan Pendidikan yang berada pada daerah khusus berdasarkan kondisi geografis sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 160/P/2021 tentang Daerah Khusus Berdasarkan Kondisi Geografis dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara penuh dengan kapasitas peserta didik 100% (seratus persen).
  4. Setiap satuan pendidikan pada daerah khusus paling sedikit 50% (lima puluh persen) pendidik dan tenaga kependidikannya telah divaksin COVID-19 pada akhir Januari 2022
  5. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya mewajibkan seluruh satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi di wilayahnya untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas paling lambat semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2021/2022.
  6. Orang tua/wali peserta didik dapat tetap memilih pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh bagi anaknya sampai semester gasal tahun ajaran 2021/2022 berakhir.
  7. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya wajib melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan pembelajaran.
  8. Dalam hal berdasarkan hasil pengawasan dan evaluasi terdapat: a. Kepala satuan pendidikan yang terbukti melakukan pelanggaran protokol kesehatan pada saat pembelajaran tatap muka terbatas berlangsung; dan/atau b. Pendidik dan tenaga kependidikan yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 tetapi menolak divaksin Covid-19. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama provinsi, kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya dapat memeberikan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundangan. 
  9. Dalam hal terdapat kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran COVID-19 pada suatu wilayah tertentu, maka pembelajaran tatap muka terbatas wajib disesuaikan dengan kebijakan dimaksud. 
  10. Ketentuan mengenai panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi COVID19 tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Bersama ini. 
  11. Dalam menyelenggarakan pembelajaran di masa pandemi COVID-19, Pemerintah Daerah harus mengacu pada ketentuan dalam Keputusan Bersama ini dan tidak diperkenankan menambahkan pengaturan atau persyaratan penyelenggaraan pembelajaran.

Mulai berlaku 24 desember s.d 3 Januari 2022

INMENDAGRI No. 67 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, Dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Jawa Dan Bali
 
INMENDAGRI No. 69 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Dan Papua

Kab dan Kota PPKM Level 3 pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan KB Mendikbud-Ristek, Menag, Menkes dan Mendagri No. 05/KB/202l, No. 1347 Tahun 2021, No. HK.01.08/MENKES/6678/2021, No. 443- 5847 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

 Kab dan Kota PPKM Level 2 dan Level 1 dilakukan dengan menerapkan pengaturan PPKM dengan kriteria zonasi untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan/Pelatihan) dengan ketentuan sebagai berikut : a. untuk wilayah yang berada dalam Zona Hijau dan Zona Kuning, melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan pengaturan teknis dari Kemendikbud-Ristek dengan penerapan prokes secara lebih ketat; dan b. untuk wilayah yang berada dalam Zona Oranye, melaksanakan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan KB Mendikbud-Ristek, Menag, Menkes dan Mendagri No. 05/KB/202l, No. 1347 Tahun 2021, No. HK.01.08/MENKES/6678/2021, No. 443-5847 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 c. untuk wilayah yang berada dalam Zona Merah, melaksanakan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh;


DUKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI TERHADAP IMPLEMENTASI SKB 4 MENTERI
  1. Bersama Kementerian terkait secara intensif melakukan pembinaan umum dan teknis sesuai kewenangan untuk meningkatkan dan menguatkan kapasitas Pemda dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan dimasa pandemi Covid19 sesuai dengan perubahan SKB 4 Menteri; 
  2. Menguatkan peran Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat (GWPP) dalam melakukan pembinaan umum dan pembinaan teknis terhadap daerah kabupaten/kota terkait pembelajaran pendidikan dimasa pandemi Covid-19; 
  3. Mendorong para kepala daerah baik Gubernur, Bupati dan Walikota maupun para pimpinan perangkat daerah untuk melaksanakan kewajiban sesuai dengan kewenangannya dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan yang aman dimasa pandemi Covid-19; 
  4. Memastikan adanya sinkronisasi pusat dan daerah baik dari aspek perencanaan, implementasi kebijakan dan pengendalian serta evaluasi pelaksanaan pembelajaran pendidikan yang aman dimasa pandemi Covid-19; 
  5. Mendorong kepala daerah untuk menyediakan dukungan APBD dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan yang aman dimasa pandemi Covid-19; 
  6. Mendorong para kepala daerah untuk dapat bersinergi dan dapat mendukung Kementerian Agama dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan yang aman dimasa pandemi Covid-19 untuk mencapai pemenuhan layanan pendidikan bagi semua warga negara (anak usia pendidikan) di daerah.

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH PEMERINTAH DAERAH DALAM IMPLEMENTASI SKB 4 MENTERI
  1. Pemerintah Daerah melalui fasilitasi dinas pendidikan baik provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangan perlu melakukan sosialisasi dan simulasi didaerahnya masing-masing agar seluruh pemangku kepentingan dapat dipastikan memahami dan siap melakukan PTM sesuai dengan perubahan SKB 4 Menteri ini; \
  2. Dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya memastikan bahwa seluruh kepala satuan pendidikan mengisi daftar periksa dalam laman Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Kemendikbud dan Education Management Information System (EMIS) Kemenag untuk menentukan kesiapan satuan pendidikan dan bersama perangkat daerah terkait lainnya serta Satgas Covid-19 daerah untuk kesiapan wilayahnya dan tidak memperbolehkan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan bagi satuan pendidikan yang belum memenuhi semua daftar periksa atau satuan pendidikan yang sudah memenuhi daftar periksa namun kepala satuan pendidikan menyatakan belum siap; 
  3. Pemerintah Daerah provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya wajib menutup kembali pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan melakukan Belajar Dari Rumah (BDR) secara bertahap apabila ditemukan kasus konfirmasi positif di satuan Pendidikan; 
  4. Bupati/Walikota menguatkan peran kecamatan sebagai perangkat daerah kab/kota dan desa/kelurahan agar dapat membantu meyiapkan satuan pendidikan dan wilayahnya dalam melakukan PTM;
  5. Kebijakan daerah untuk pelaksanaan pembelajaran pendidikan di masa pandemi Covid-19 wajib mempedomani perubahan SKB 4 Menteri. Hal ini sesuai dengan amanah UU No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah pasal 17 ayat 2 bahwa daerah dalam menetapkan kebijakan daerah wajib berpedoman pada NSPK yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Bila tidak sesuai, pemerintah pusat membatalkan kebijakan tersebut; 
  6. Pemerintah Daerah (Kepala Daerah) sesuai dengan UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah pasal 76 ayat 1 huruf b dilarang membuat kebijakan yang merugikan kepentingan umum dan meresahkan sekelompok masyarakat atau mendiskriminasikan warga negara dan atau golongan masyarakat lain yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan; 
  7. Gubernur dan Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya agar dalam menjalankan kewajibannya untuk melaksanakan urusan wajib pelayanan dasar bidang pendidikan sebagai upaya pemenuhan SPM di masa pandemic Covid-19 tetap berpedoman pada perubahan SKB 4 Menteri dengan tetap memprioritaskan kualitas, keamanan dan keselamatan warga pendidikan
  8. Pemerintah Daerah dalam melaksanakan implementasi SKB agar dapat bersinergi dengan kantor wilayah agama provinsi dan kabupaten/kota serta selalu berkordinasi dengan satuan tugas penanganan Covid-19 di daerah.; 
  9. Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya dapat memberikan ijin kepada satuan Pendidikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka di luar lingkungan satuan Pendidikan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan apabila pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan di satuan Pendidikan.
SUMBER:KEMENTERIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA


Rabu, 05 Januari 2022

PERBEDAAN JURUSAN IPA DAN IPS


PERBEDAAN JURUSAN IPA DAN IPS

Perbedaan Anak IPS dan IPA

Jurusan IPA di utamakan bagi kamu yang gemar berhitung, berpikir logis dan senang bereksperimen. Materi materi pelajaran di jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA) lebih membahas ilmu ekstra atau ilmu pasti itu artinya ilmu yang dipelajari itu sifatnya konkret (nyata) yang dapat dibuktikan dengan pasti melalui berbagai percobaan dan penelitian.

Sedangkan jurusan IPS biasanya diisi oleh anak-anak yang memiliki rasa penasaran tinggi, suka tantangan, dan punya kemampuan analisis dan berpikir kritis. Materi materi pelajaran di jurusan ilmu pengetahuan sosial IPS) berkaitan dengan perilaku manusia dan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat.

Tips belajar efektif untuk anak IPA dan IPS
Setelah mengetahui perbedaan karakter dan mapelnya kira-kira gaya belajar seperti apa sih yang cocok buat 2 jurusan ini? Apa dengan menghafal rumus? Atau bikin mind map?

Cara belajar siswa IPA

Selain teori, materi pelajaran di IPA banyak menggunakan rumus dan hitungan-hitungan, kamu bilang menerapkan tips belajar efektif dan efisien seperti berikut:

Menguasai konsep nya
Buat anak IPA, menguasai konsep materi merupakan hal yang sangat penting. Banyak siswa yang lebih suka menghafal cara menjawab soal daripada menguasai konsep. Kalau soal yang beda, langsung panik sendiri nah dengan memahami konsep dari materi yang diberikan, kamu lebih mudah dalam menjawab berbagai macam tipe soal nantinya.

Memperbanyak latihan soal

Karena materi pelajaran IPA banyak hitung-hitungan, membaca aja nggak akan cukup kamu perlu banyak mengerjakan soal-soal latihan semakin sering mengerjakan soal latihan soal, semakin banyak soal yang kamu kuasai. Hasil alhasil logika dan analisis berpikirmu juga akan semakin terasa.

membuat rangkuman materi

Membuat rangkuman materi dapat membantumu untuk lebih mengingat poin penting dari materi yang akan di ujikan titik selain itu, kamu juga bisa membuat rangkuman yang berisi rumus-rumus disertai beberapa contoh soal untuk meningkatkan pemahaman kamu titik cari inspirasi catatan estetika dari internet biar catatan kamu gak ngebosenin buat dibaca berulang kali.

Aplikasi rumus untuk menyelesaikan masalah sehari-hari

Biar nggak enak sama rumus, kaitin aja sama aktivitas sehari-hari titik misalnya, habis belajar tentang listrik, kamu iseng hitung berapa daya listrik yang hilang keluarga kamu gunakan di rumah selama sebulan titik atau kenapa ya petir suaranya kenceng banget? Cara ini terbilang efektif untuk membantu kamu supaya lebih paham terhadap materi, terutama konsep dari rumus itu sendiri.

cara belajar siswa IPS

Mengingat materi materi pelajaran IPS contents pada fenomena sosial masyarakat dan humaniora kamu bisa mengaplikasikan empat cara belajar agar efektif dan mudah dimengerti titik itu dia!
Membuat peta konsep
Membuat peta konsep adalah sebuah cara belajar yang mengikuti cara kerja otak. Dengan membuat peta konsep format kita bisa mengurutkan alur belajar, mulai dari topik utama, kemudian subtropik sampai yang penting detail dan rinci. Tanpa harus menghafal, kamu akan dengan mudah memahami keseluruhan materi beserta detail-detailnya.
Perbanyak membaca dan update informasi
Kelompok diskusi adalah saran belajar yang tepat untuk mempercepat dan memperdalam pemahaman kamu terhadap materi pelajaran titik semakin banyak kepala, semakin banyak pula ide dan sudut pandang baru dalam pemahaman materi materi yang diajarkan di sekolah titik namun, jangan melupakan satu hal, setiap kali selesai belajar, buatlah rangkuman dari hasil diskusi yang dilakukan bersama kelompoknya.
Per dalam materi pelajaran yang relevan dengan
Fokuslah pada materi materi yang berhubungan dengan apa yang kamu alami pada kehidupan sehari-hari titik dengan metode ini, kamu bakal menemukan relevansi antara mata pelajaran TIK contohnya strategi gempa. Gempa bumi dapat kamu pelajari di geografi, kemudian gempa bumi berakibat pada kerugian dari sisi kamu bisa belajar tentang ekonominya. Lalu ketik apa yang dibutuhkan oleh korban bisa kamu pahami melalui pelajaran sosiologi, bahkan sejarah.
Membuat kelompok diskusi
Kelompok diskusi adalah sarana belajar yang tepat untuk mempercepat dan memperdalam pemahaman kamu terhadap materi pelajaran. Semakin banyak kepala, semakin banyak pula ide dan sudut pandang baru dalam memahami materi-materi yang diajarkan di sekolah titik namun jangan melupakan satu hal, setiap kali selesai belajar, buatlah rangkuman dari hasil diskusi yang dilakukan bersama kelompok.

#menulis
#berbicara
#Guru Motivasi Literasi Digital


LITERASI



Sebelum mengenali jenis-jenis literasi, kita kenali terlebih dahulu apa itu literasi. Dalam Bahasa Indonesia literasi berangkat dari penyerapan Bahasa Inggris Literacy. Secara etimologis Literacy berasal dari Bahasa Latin Literatus (orang yang belajar). Terdapat pula Littera dalam Bahasa Latin yang berarti huruf, sistem tulisan konvensi yang mengikutinya.


Literasi dimulai dari minat membaca (Reading Interest) kemudian kebiasaan membaca (Reading Habit), kemampuan membaca (Reading Ability), lalu ke budaya baca yang lanjut akan memicu daya literat seseorang.


Budaya membaca tidak akan timbul dengan sendirinya jika tidak didahului dengan minat kita untuk membaca, dari minat tersebut kemudian lambat laun akan menjadi kebutuhan yang akan mendayakan ilmu serta skill keterampilan yang dimiliki.


Pengertian literasi

Literasi dalam bahasa latin disebut dengan literatur, orang yang belajar. Secara garis besar literasi itu sendiri ialah istilah umum yang merujuk pada kemampuan dan keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, juga memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan seseorang dalam berbahasa.


Sedangkan dalam EDC atau education development center literasi dijabarkan sebagai kemampuan individu untuk menggunakan potensi yang dimiliki (kemampuan tidak terbatas baca tulis saja).
UNSECO pun turut memberikan pengertian literasi, seperangkat keterampilan yang nyata khususnya keterampilan kognitif seseorang dalam membaca dan menulis yang dipengaruhi oleh kompetensi di bidang akademik, konten nasional, institusi, nilai-nilai budaya, dan pengalaman.


Tujuan Listerasi 

  1. menciptakan dan mengembangkan budi pekerti yang baik
  2. menciptakan budaya membaca di sekolah dan masyarakat
  3. meningkatkan pengetahuan dengan membaca berbagai macam informasi bermanfaat
  4. meningkatkan kepahaman seseorang terhadap suatu bacaan
  5. membuat seseorang bisa berpikir kritis
  6. memperkuat nilai kepribadian


 
Manfaat literasi

  • Meningkatkan pengetahuan akan kosakata
  • Membuat otak bisa bekerja optimal
  • Menambah wawasan
  • Mempertahankan diri dalam menangkap suatu dari sebuah bacaan
  •  Mengembangkan kemampuan verbal
  • Melatih kemampuan berpikir dan menganalisa
  • Melatih fokus dan konsentrasi
  • Melatih diri untuk bisa menulis dan  merangkai kata dengan baik


Jenis-Jenis Literasi

  1. Literasi   dasar                                        merupakan kemampuan dasar membaca, menulis, berhitung dan mendengarkan. Literasi ini merupakan pondasi awal modal untuk seseorang berkomunikasi titik literasi ini berwujud untuk mampu mengooptem kemampuan untuk berhitung berhitung berkomunikasi serta baca-tulis
  2. Literasi Media                        merupakan kemampuan untuk seseorang dapat memahami dan mengerti berbagai bentuk media dan cara see pengoperasiannya. Media ini tidak hanya terbatas pada media cetak maupun 
  3. Literasi media                        merupakan kemampuan untuk seseorang dapat memahami dan mengerti berbagai bentuk media dan cara pengoperasiannya. Media ini tidak hanya terbatas pada media cetak maupun elektronik.
  4. Literasi visual           merupakan literasi yang menitik beratkan pada kemampuan seseorang dalam menginterpretasikan dan memahami suatu informasi dalam bentuk visual literasi jenis ini berangkat dari pemahaman bahwa siswa/gambar dapat dibaca bentuk puisi gambar lampu dikomunikasikan sebagai sebuah bacaan
  5. Literas perpustakaan                        melibatkan karya tulis fiksi maupun nonfiksi, melibatkan indeks dan katalog mahasiswa membedakan karya tulis dan mengetahui secara permanen dari dan kata katalog. Kemampuan memahami informasi pada literasi perpustakaan juga berbunga untuk dapat membuat karya tulis maupun penelitian.
  6. Literasi teknologi                  merupakan literasi yang berkaitan dengan teknologi titik literasi teknologi merupakan kemampuan untuk menggunakan internet, mengerti hardware dan software serta memahami etika pengguna teknologi

Cara Guru Menunjukan Bahwa Dia Percaya Dengan Muridnya



Mempercayai bahwa murid mampu belajar dan berkembang itu penting bagi kemajuan mereka. 

Kalau tidak percaya bahwa murid bisa berkembang, buat apa guru membuat kegiatan belajar?

Dua hal yang mungkin terjadi ketika guru tidak percaya dengan kemampuan muridnya

  1. Tidak peduli. Guru sebatas “menggugurkan kewajiban”. Ya, dalam tanda kutip karena ketika hanya mengajar saja, tidak peduli bagiamana murid belajar, sesungguhnya kewajiban sebagai guru belum tunaikan.
  2. Banyak melakukan intervensi. Ini juga membuat murid tidak banyak belajar, Membantu murid belajar itu bukan dengan menyuapi mereka. Bukan selalu menunjukkan dan memberi tahu.
Ketika guru percaya kepada murid, sesungguhnya dia sedang membangun harapan. Hanya akan jadi angan-angan kalau harapan itu tidak realistis. Nah, supaya tidak menjadi angan-angan, harapan yang dibangun guru disesuaikan dengan kondisi murid. Ini berarti guru harus mengenali murid, mengetahui gambaran besar kondisi mereka.

Kepercayaan guru kepada murid akan membantu murid berpikir bahwa mereka mampu. Bisa jadi sebelumnya mereka tidak tahu bahwa diri mereka mampu. Saat merasa mendapat kepercayaan, rasa percaya diri mereka terangkat, merasa dihargai, dan merasa mampu. 

Memberi Tangtangan

Sesuatu disebut tantangan belajar kalau mampu menggerakkan murid untuk menunjukkan kemampuan (keterampilan) yang lebih tinggi dan terjangkau olehnya. Tidak bisa disebut tantangan kalau terlalu mudah dilakukan murid.bahkan juga disebut tantangan kalau terlalu tinggi dari kemampuan murid.

Tantangan diberikan sedikitnya di atas level kemampuan murid titik Dengan demikian mereka perlu berusaha meningkatkan kemampuan agar berhasil menyelesaikan tantangan. ini akan memberikan kepuasan dan meningkatkan self image mereka.

Memberi Kesempatan

Bagaimana mana mungkin murid rasa guru percaya kepadanya kalau tidak pernah mendapatkan kesempatan?

Belajar ini aktor utamanya murid. Mereka yang berhak mendapatkan panggung di kelas bukan guru. Bukan berarti guru harus memberikan sebuah aktivitas kemudian meninggalkan mereka begitu saja kalau yang begini namanya tidak peduli, tidak bertanggung jawab.

Guru menyiapkan aktivitas belajar yang mendorong murid mandiri membangun kompetensi. Dalam prosesnya guru harus tetap memonitoring aktivitas belajar murid.

Melibatkan Murid

Guru bukan raja atau ratu di kelas. Guru bukan penguasa kelas. Kelas adalah milik bersama: guru dan murid. Oleh karena itu sangat penting untuk memunculkan rasa memiliki kelas titik murid terpaut hentinya dengan kelas.

Hal ini tentu hanya akan tercapai kalau murid selalu dilibatkan mereka punya keinginan harapan dan kebutuhan itu perlu diakomodasi.

Kalau murid merasa dilibatkan dan merasa memiliki kelas, aktivitas belajar akan lebih bergairah karena murid-murid bersemangat belajar.

#GuruBelajar
#GuruPenulis

Selasa, 04 Januari 2022

Pemulihan Pembelajaran Akibat Learning Loss

 Pendidikan Indonesia Sebelum Pandemi

Pisa



Indonesia education outcome


Nilai anak sekolah indonesia termasuk terrndag dan tertinggi dari negara lain, 

Pisa: persentasi anak-anak Indonesia di bawah rata-rata negara peserta OECD ditandai dengan peringkat ke ke-71 dalam sajian, peringkat ke 73 dalam matematika, dan peringkat ke-74 dalam membaca dari 79 negara peserta. 

TIMSS & PIRS:lebih rendah dari negara tetangga, dibawah rata rata internasional, peringkat 34 & 32 dari 38 negara peserta. 

Learning poverty Bank Dunia :14,2poin presentase lebih buruk dari pada rata- rata untuk kawasan Asian Timur dan Pasifik. 


Pendidikan Indonesia selama pandemi


Penutupan sekolah pada masa pandemi merugikan peserta didik

  • Meningkat angka ketimpangan tentang pengetahuan atau learning gap. 
  • Tentang putus sekolah akibat bekerja dan menikah dini
  • Terganggunya perkembangan emosi dan kesehatan psikologi
  • Menyebabkan planning loss atau menurunnya ketercapaian belajar dan kemampuan kognitif siswa

Learning loss

Ketika sekolah diliburkan selama 3 bulan,siswa diprediksi akan kehilangan pembelajaran yang sama ma selama 3 bulan ( kaffenburger, 2020)

Potensi kehilangan pembelajaran karena kopi setara dengan Lays 0,7 tahun atau penurunan skor pisa 21 poin ( Bank Dunia, 2020)

Saatnya anak-anak diharapkan dapat menyelesaikan 12,3 3tahun sekolah pada ulang tahunnya yang ke-18 karena rendahnya kualitas pendidikan mereka rata-rata hanya akan menerima pembelajaran selama 78 tahun.(Human kapital index 2020) 

Saat anak-anak diharapkan dapat menyelesaikan 12,3 tahun sekolah pada ulang tahunnya yang ke-18 karena rendahnya kualitas pendidikan mereka rada-rada hanya akan menerima pembelajaran selama 7,8 tahun latar belakang Sosio ekonomi

Siswa dengan latar belakang sosio ekonomi rendahakan merasakan dampak yang signifikan karena ditimbangkan subjek pembelajaran, akses teknologi dan lingkungan gunung buka (Semeru 2021) 


Learning  gain? 















Refleksi pembelajaran selama pandemik dan fenomena learning loss

https://youtu.be/-aiaahrThu4


https://youtu.be/-aiaahrThu4https://youtu.be/-aiaahrThu4

Minggu, 02 Januari 2022

SISWA BUTUH PENGAKUAN DALAM PEMBELAJARAN



Menjadi wali kelas  paling mumet adalah makna nilai raport karena termasuk guru yang tidak betah duduk berlama-lama. Namun demikian saya sangat menikmati saat mengisi kolom catatan wali kelas biasanya kebanyakan waktu di kelas mengisinya dengan simple seperti ini;


" tingkatkan belajarmu "


"Pertahankan prestasimu "dan lain-lain.


Saya menulis tentang deskripsi kelebihan siswa;


Tanah putih kamu anak yang cerdas, punya keingintahuan yang luar biasa. Jika kamu bisa memanfaatkan dengan baik suatu hari kelak kamu akan menjadi pribadi yang sukses. "


Kamu anak yang aktif, suka hal-hal yang baru dan tidak pernah bisa diam itu menunjukkan kamu anak yang energi (ini anak yang suka ribut dan malas untuk mengerjakan tugas)


Kamu anak paling rapi dan bersih ibu dan teman-temanmu sangat menyukai hal itu.


Dan masih banyak catatan-catatan lain yang sangat sesuai dengan kepribadian masing-masing tidak sulit menuliskan kelebihan sebab setiap anak emang punya kelebihan masing-masing sebandel bandelnya anak kalau kita mau jujur pasti punya kelebihan.


Bahkan saya pernah punya anak didik perempuan yang ngomongnya kasar hampir setiap hari melawan guru jarang hadir suka bolos Jangan tanya soal kemampuan belajar hasil hampir 0 pokoknya hampir sulit mengungkapkan apa kelebihan mungkin satu-satunya hanya ia terlihat cantik, lalu saya tulis;


kamu anak yang cantik. Mirip artis Ibu sangat mengidolakannya.  semoga ibu pun bisa mengidolakan mu sebagai siswa yang mampu berhasil  seperti artis Di suatu hari kelak.


Hasilnya?


Mereka senyum-senyum GR membaca karena mereka tahu itu jujur tentang mereka titik yang pintar yang (maaf) mungkin sering kita bilang bodoh, yang baik, yang bandel, yang pendiam semuanya tampak bahagia membaca ada dua baris kalimat pengakuan tentang diri mereka titik saya tidak dengar ada yang bahas nilai matematika bahasa Inggris dan lain-lain semua sibuk saling bertanya.


Apa yang Ibu tulis untukmu?


Catatan kamu apa isinya?


Ibu bilang kepada salah satu anak yang pemurah hati dan nggak pelit. Tapi bener sih kamu selalu mas kasih pinjam tipe-x dan bolpoin bahkan anak yang usil berkata:


Akan ada anak yang berkata usil; 


ah Ibu wali kelas bohong tuh bilang kamu baik. Baik dari mana, dari Hongkong? Perasaan kamu paling bandel di kelas.


Emang aja emang aku sebenarnya kok baik tapi ganteng gurunya juga.


Anak-anak sangat merespon lebih dari sekedar yang saya bayangkan mereka menginginkannya.


Akhirnya saya mulai berpikir dan mengambil kesimpulan sendiri bahwa anak-anak lebih membutuhkan sebuah pengakuan tentang diri mereka dari pada sebuah nilai m butuh pujian yang jujur.


Saya jujur takut selama ini anak-anak jadi saya sebenarnya haus akan sebuah pengakuan hal baik tentang diri mereka.


Makanya kita sebagai wali kelas harus menuliskan karena kelebihan dan reaksi sebuah semua murid selalu sama tapak bahagia senang dan bangga akan saya mulai menerapkan tidak hanya di catatan raport tapi sebuah kebiasaan mungkin disetiap penilaian soal atau dalam interaksi sehari-hari semisal lebih banyak mengajak mereka ngobrol di luar dari pelajaran lalu diselipkan pengakuan-pengakuan kebaikan misalnya: dua


Serius lho Ibu paling suka tiap kali kalian kalian habis jajan sampahnya langsung ditaruh ke tong sampah.


Entah kenapa ibu kok bangga yang punya mulut kayak kamu yang suka meminjamkan pulpen sama tipe-x ke teman-teman pasti kamu nanti akan jadi orang yang menolong.


Ya ampun suara kamu lagi teriak di kelas merdu banget mau enggak Ibu angkat jadi semacam jubir Ibu jadi nanti kalau ada apa-apa yang mau Ibu sampaikan kamu yang menyampaikannya ke teman-temanmu.


Banyak yang lainnya. Miss masalahnya terkadang kita selalu sewot dan dongkol sama anak yang bandel sehingga ogah rasanya mau muji-muji jangan Bu mereka punya porsi yang sama untuk kita senang ingin punya hak yang sama untuk disayangi


saya tidak tahu apa tindakan ini semua aturan administrasi kurikulum atau tidak atau mungkin juga banyak guru yang sudah melakukan serupa.


Sebenarnya hanya bisa diterapkan oleh seorang guru pada murid. Orang tua kepada anak juga bisa titik terutama ibu yang banyak berinteraksi dengan anak yuk mari yuk kita lebih membuka diri membaca kelebihan sang anak dan tidak gengsi mengakuinya. Tidak melulu membicarakan kelemahan mereka. Kelebihan di sini bukan semata-mata tentang prestasi akan tetapi melainkan cenderung kepada sifat sehari-hari anak itu sendiri


guru yg mendidik, bukan hanya mengajar. saya jangan dalam  guru di perguruan tinggi, bisa menginspirasi teman-teman guru lainnya untuk lebih peduli pada perubahan mental anak didiknya. pembentukan mental yg berakhlakul karimah adalah modal dasar dari keberhasilan intelektual yang diraihnya teruslah membimbing anak didik menjadi manusia yang berpotensi untuk pembangunan bangsa yang berkualitas.




Hp 081212122198 Wa
https://www.facebook.com/Nia.kaniadewi.779
https://www.facebook.com/profile.php?id=100074218620810
E-mail  : niakaniad@gmail.com/
E-mail. : nkaniadewi16@gmail.com/
Blogsport http://niakaniadewi48.blogspot.com/



Membangkitkan Minat Siswa Membaca Buku di Rumah

Membangkitkan Minat Siswa Membaca Buku di Rumah sektor pendidikan lumpuh dan tidak ada kegiatan . Perpustakaan sekolah nyaris ti...