Adanya pandemi Covid-19 yang mengubah berbagai aktivitas masyarakat, termasuk juga dalam dunia pendidikan.
Dimana sebelumnya sistem belajar mengajar dalam dunia pendidikan selalu bertatap muka, kini telah bertransformasi menjadi beragam model, termasuk satu di antaranya adalah metode Blended Learning.
Blended Learning pada dasarnya merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual.
Adanya pandemi Covid-19 yang mengubah berbagai aktivitas masyarakat, termasuk juga dalam dunia pendidikan.
Dimana sebelumnya sistem belajar mengajar dalam dunia pendidikan selalu bertatap muka, kini telah bertransformasi menjadi beragam model, termasuk satu di antaranya adalah metode Blended Learning.
2. The Enriched Virtual Model
The Enriched Virtual Model ini menerapkan pengajaran secara online. Pengajaran model ini memiliki perbedaan dengan Flipped Classroom dalam waktu pengajaran tatap muka online. Dalam model pembelajaran Enriched Blended Learning, peserta tidak akan belajar secara tatap muka dengan guru setiap hari, tetapi dalam jadwal model flipped classroom, peserta menyelesaikan tugas secara mandiri atau kelompok.
3. The Individual Rotation Model
Pembelajaran model The Individual Rotation ini mengedepankan pada pendidikan yang berbeda dari umumnya. Materi yang disampaikan menyesuaikan dengan algoritma peserta. Peserta bisa memiliki jadwal khusus yang disesuaikan dengan pemograman.
4. The Flex Model
The Flex Model awalnya dirancang untuk membantu siswa yang kembali yang belum menyelesaikan pendidikan sekolah menengah. The Flex Model ini mengedepankan belajar mandiri dengan modul-modul yang telah disediakan. Komponen lainnya bisa dilakukan secara langsung dengan praktik kerja kelompok, latihan, dan kolaborasi.
5. The A La Carte Model
Model pembelajaran A La Carte ini mementingkan pemilihan materi dari peserta. Mereka bebas memilih materi di luar materi pelatihan. Selain itu, kemandirian belajar juga begitu menonjol pada model pembelajaran tersebut.
Konsep blended learning dalam program pelatihan menerapkan learning management system (LMS). Blended learning tersebut memadukan model pengajaran secara tatap muka dengan pelatih (Synchronous) dan pembelajaran mandiri (Asynchronous). Pelaksanaan synchoronous pun bisa dilakukan melalui webinar atau video konferensi.
Keuntungan dari penggunaan blended learning sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial yaitu:
- Fleksibel, memberikan fleksibilitas terhadap siswa maupun pengajar saat belajar. Karena dengan metode tersebut, siswa dan pengajar tidak perlu setiap hari datang ke dalam kelas.
- Efisien, dapat memangkas biaya karena biaya transportasi untuk datang ke kampus dapat dipangkas. Demikian halnya dengan efisiensi waktu yang bisa membuat siswa dan pengajar dapat kapanpun melakukan proses belajar di rumah.
- Materi lebih interaktif, siswa dapat menerima materi pembelajaran berbentuk video interaktif, video penjelasan dari dosen, materi e-book, hingga podcast.
Manfaat dari penggunaan e-learning dan juga blended learning dalam dunia pendidikan saat ini adalah e-learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. mahasiswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, e-learning bisa dilakukan dari mana saja baik yang memiliki akses ke Internet ataupun tidak.
Manfaat Blanded Learning
- Efisien secara biaya dan waktu
Pembelajaran menjadi lebih efisien dari segi biaya dan waktu. Instruktur tidak akan mengeluarkan biaya sewa tempat pelatihan karena bisa dilakukan di mana saja, termasuk di kamar atau rumah.
- Pembelajaran yang lebih fleksibel
Pembelajaran yang fleksibel dengan blended learningcukup membantu para karyawan. Pasalnya dalam setiap pembelajaran, mereka bisa mengakses kapan saja dan di mana saja. Waktu belajar bisa disesuaikan dengan aktivitas harian para karyawan.
- Meningkatkan partisipasi peserta pelatihan
Beragam media pembelajaran yang digunakan sama halnya mampu meningkatkan partisipasi atau keterlibatan peserta dalam pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan cukup variatif, mulai dari teks, video, dan grafik. Hal tersebut membuat peserta tidak merasa bosan.
- Memberikan pembelajaran yang menyesuaikan ritme peserta
Peserta pelatihan dengan blended learning akan merasa lebih nyaman. Pasalnya, blended learning ini tidak menekankan pada cepat atau tidaknya menyelesaikan tugas. Setiap peserta mampu menyesuaikan keinginan dalam ritme belajarnya.
- Memudahkan untuk mengukur efektivitas pelatihan
LMS yang diterapkan mampu mengukur efektivitas pelatihan. Hal tersebut terlihat dari adanya daftar kehadiran, laporan kinerja karyawan, siapa yang terlibat aktif dalam pelatihan, bagaimana hasil tes mereka, dan lain-lain.
Blended Learning dianggap sebagai penyempurna dari metode e-learning, yang mengkhususkan para siswa melakukan proses belajar secara penuh dengan sistem daring. Dengan Blended Learning, proses mengajar dianggap akan lebih efektif dan tidak membuat siswa merasa cepat bosan karena tetap memiliki kesempatan berkomunikasi dua arah secara langsung.
Untuk itu Guru dapat meningkatkan kemampuan diri dengan mengikuti pelatihan yang berjudul “Penerapan Blended Learning dengan Metode Flipped Classroom dalam PTM Terbatas”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar